Opini  

HARI GURU NASIONAL 2026: GURU MADRASAH JANGAN HANYA DITUNTUT MENGABDI, HAK DAN MARTABATNYA JUGA HARUS DIPENUHI

Oleh: Subairi, M.Pd.I.
Ketua PGMNI Kabupaten Sumenep

SUMENEP – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026 yang mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” seharusnya tidak berhenti pada seremoni, ucapan selamat, dan penghormatan simbolis. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi ruang evaluasi serius tentang bagaimana negara dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan memperlakukan para guru, terutama guru madrasah.

Ada satu pertanyaan mendasar yang perlu kita renungkan: bagaimana mungkin kita berharap lahir pendidikan yang hebat apabila masih ada guru yang harus berjuang keras memenuhi kebutuhan hidupnya, sementara tanggung jawab mendidik generasi bangsa terus dibebankan di pundaknya?

Persoalan guru madrasah bukan semata-mata persoalan kompetensi dan profesionalisme. Ada persoalan yang lebih mendasar, yakni kesejahteraan, kepastian status, pemerataan kesempatan sertifikasi, perlindungan profesi, dan pengakuan terhadap kontribusi mereka dalam pembangunan pendidikan nasional.

Data Kementerian Agama per September 2026 menunjukkan bahwa dari 88.124 satuan pendidikan madrasah di Indonesia, sebanyak 95,4 persen merupakan madrasah swasta. Fakta ini menunjukkan bahwa madrasah swasta bukan pelengkap sistem pendidikan nasional, melainkan salah satu penyangga utamanya.

Karena itu, perhatian terhadap guru madrasah swasta tidak boleh bersifat sekunder. Mereka juga mendidik anak bangsa, membangun karakter, menjaga nilai keagamaan, dan berkontribusi langsung terhadap masa depan Indonesia.

Kita mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah, termasuk upaya peningkatan insentif, percepatan sertifikasi, dan pembenahan tata kelola guru madrasah. Namun, apresiasi terhadap kebijakan harus berjalan beriringan dengan keberanian menyampaikan bahwa pekerjaan rumahnya masih besar. Masih ada guru yang belum memperoleh kepastian kesejahteraan dan kesempatan pengembangan profesi secara proporsional.

Bagi kami, kesejahteraan guru bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan bagian dari keadilan pendidikan. Guru yang tenang secara ekonomi akan memiliki ruang lebih baik untuk mengembangkan kompetensi, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memberikan perhatian maksimal kepada peserta didik.

Di sisi lain, kita juga tidak boleh mengabaikan perubahan besar dalam dunia pendidikan. Perkembangan kecerdasan buatan (AI), teknologi digital, perubahan sosial, dan karakter generasi baru menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi.

Namun, kita perlu menegaskan bahwa teknologi tidak boleh menghilangkan esensi pendidikan. Guru bukan sekadar penyampai informasi yang dapat digantikan oleh mesin. Guru adalah pendidik yang membangun karakter, menanamkan nilai, mengembangkan nalar, dan memberikan keteladanan. Teknologi boleh semakin canggih, tetapi pendidikan tetap membutuhkan hati nurani dan kebijaksanaan manusia.

PGMNI: Memperjuangkan Martabat Guru, Bukan Sekadar Merayakan Hari Guru

Dalam momentum Hari Guru Nasional ini, PGMNI Kabupaten Sumenep memandang bahwa perjuangan meningkatkan mutu pendidikan harus berjalan seiring dengan perjuangan memenuhi hak dan martabat guru.

Kami mendorong pemerintah untuk memperkuat keberpihakan terhadap guru madrasah, khususnya guru swasta dan non-ASN, melalui kebijakan kesejahteraan yang lebih adil, percepatan sertifikasi, kepastian status, pemerataan akses peningkatan kompetensi, serta perlindungan profesi.

Kami juga berharap agar revisi kebijakan pendidikan nasional benar-benar memberikan ruang keadilan bagi seluruh guru, tanpa membedakan kontribusi mereka hanya karena status kelembagaan atau kepegawaiannya.

Kepada para guru, momentum ini juga menjadi ajakan untuk terus meningkatkan integritas, kompetensi, kedisiplinan, dan keteladanan. Perjuangan menuntut hak harus berjalan beriringan dengan kesungguhan memenuhi tanggung jawab profesional.

Khusus bagi guru madrasah di Kabupaten Sumenep, kita memiliki tanggung jawab besar untuk terus menjaga tradisi keilmuan, memperkuat pendidikan keislaman, serta mel

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *