EjaToday.com – Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) mendorong penguatan kebijakan pendidikan tinggi berbasis digital agar masuk secara eksplisit dalam perencanaan pembangunan nasional.
Dorongan tersebut disampaikan Rektor UICI Prof. Asep Saefuddin saat melakukan kunjungan ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rabu, 8 Januari 2025.
Prof. Asep diterima langsung oleh Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy. Dalam pertemuan itu, UICI menegaskan pentingnya transformasi pendidikan tinggi digital sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan, sekaligus mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia nasional.
Prof. Asep hadir bersama Wakil Rektor I Wonny Ahmad Ridwan, Wakil Rektor II Lely Pelitasari Soebekty, serta jajaran pimpinan program studi dan divisi di lingkungan UICI.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama strategis antara perguruan tinggi digital dan Bappenas dalam perumusan kebijakan pendidikan tinggi ke depan.
Menurut Prof. Asep, pendidikan tinggi digital memiliki peran signifikan dalam mendorong peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Indonesia, yang hingga kini masih tertinggal dibanding sejumlah negara lain.
“Pendidikan tinggi digital memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan Angka Partisipasi Kasar perguruan tinggi di Indonesia. Melalui kebijakan yang tepat, kampus swasta penyelenggara Pembelajaran Jarak Jauh dapat memperoleh dukungan yang lebih kuat dari pemerintah,” ujar Prof. Asep.
Selain penguatan kebijakan, UICI juga mendorong pembaruan regulasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) agar lebih progresif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Prof. Asep menilai regulasi yang ada perlu membuka ruang inovasi, sekaligus menjamin kualitas pembelajaran dan perluasan akses pendidikan tinggi bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau perguruan tinggi konvensional.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Asep juga mengusulkan perubahan paradigma pembangunan pendidikan dari urban bias education menuju rural bias education.
Pendekatan ini dinilai penting agar pendidikan tinggi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan dan pemerataan pembangunan di daerah nonperkotaan.
Sementara itu, Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy menyambut baik inisiatif UICI sebagai perguruan tinggi digital yang aktif mendorong perluasan akses pendidikan tinggi melalui pemanfaatan teknologi.
“Saya ingin UICI berperan besar dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia dan dunia,” kata Rachmat.
Rachmat Pambudy menyatakan Bappenas membuka peluang kerja sama dengan UICI, khususnya dalam pengembangan kebijakan dan program yang sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia dan transformasi digital nasional.













