Ejatoday.com – Suasana penuh khidmat dan kemeriahan tampak mewarnai pelaksanaan Haul Kyai Agung Rabah di lingkungan Pondok Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah.
Kegiatan tahunan tersebut dipadati ribuan jamaah, santri, alumni, serta masyarakat umum dari berbagai daerah yang hadir untuk mengikuti rangkaian acara religius sekaligus menikmati Bazar Expo Santri.
Peringatan haul ini digelar sebagai bentuk penghormatan atas jasa serta perjuangan Kyai Agung Rabah dalam menyebarkan ajaran Islam dan membangun pendidikan keagamaan, khususnya di Madura.
Melalui momentum tersebut, masyarakat diajak untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, dan semangat pendidikan yang diwariskan oleh beliau.
Selain diisi kegiatan keagamaan seperti tahlil, doa bersama, pembacaan manaqib, dan pengajian, acara ini juga menghadirkan Bazar Expo Santri yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Puluhan stand berjajar di area pondok dengan menampilkan beragam produk, mulai dari kuliner, minuman, hasil usaha masyarakat, produk UMKM, hingga karya kreatif para santri.
Menariknya, panitia memberikan kesempatan kepada masyarakat, pelaku usaha kecil, mahasiswa, dan santri untuk membuka stand bazar tanpa dipungut biaya apa pun.
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong kreativitas generasi muda.
Ketua panitia, Ustad Saifuddin, menjelaskan bahwa penyediaan stand tanpa biaya bertujuan memberikan ruang yang lebih luas kepada masyarakat agar dapat mempromosikan produk dan hasil karya mereka tanpa terbebani biaya sewa tempat.
“Momentum haul ini dihadiri banyak pengunjung dari berbagai daerah. Kami ingin masyarakat, santri, mahasiswa, dan pelaku UMKM ikut merasakan manfaatnya dengan membuka stand tanpa dipungut biaya,” ujarnya (31/05).
Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari para peserta bazar. Banyak pelaku usaha mengaku terbantu karena dapat menjual produk mereka secara langsung kepada ribuan pengunjung tanpa perlu memikirkan biaya tambahan.
Para santri juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan wirausaha mereka.
Manfaat bazar tersebut dirasakan langsung oleh Liana salah satu pelaku UMKM yang turut membuka stand pada kegiatan tersebut.
Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program stand gratis yang disediakan panitia.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami para pelaku UMKM. Awalnya saya hanya menargetkan penjualan sekitar 10 produk, tetapi selama mengikuti bazar ini penjualan bisa meningkat hingga dua kali lipat dari target awal. Pengunjungnya sangat ramai dan antusias,” ungkapnya (31/05).
Sejak pagi hingga sore hari area bazar tampak dipenuhi pengunjung yang tidak hanya berbelanja, tetapi juga menikmati suasana kebersamaan serta melihat berbagai produk dan inovasi yang ditampilkan para peserta.
Pengasuh Pondok Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah, Kyai Abdul Hamid, turut memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya haul yang dipadukan dengan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut.
Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Haul ini bukan hanya tentang mengenang perjuangan para masyayikh, tetapi juga bagaimana kita melanjutkan perjuangan tersebut melalui pendidikan, kebersamaan, dan kebermanfaatan untuk masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti bazar ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi santri dan masyarakat untuk terus berkarya serta mandiri secara ekonomi,” tuturnya (31/05).
Apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat sekaligus perwakilan pemerintah setempat yang menilai kegiatan haul dan bazar santri memiliki dampak positif terhadap perputaran ekonomi warga sekitar.
Menurutnya, ribuan jamaah yang hadir secara tidak langsung memberikan peluang usaha bagi masyarakat kecil sekaligus memperkenalkan potensi kreativitas santri kepada masyarakat luas.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya menguatkan nilai religius masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Kami berharap kegiatan serupa terus dikembangkan karena membawa manfaat besar bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya (31/05).
Melalui perpaduan kegiatan religius dan pemberdayaan ekonomi, Haul Kyai Agung Rabah di Pondok Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah tidak hanya menjadi ajang mengenang perjuangan ulama, tetapi juga menjadi wadah penguatan ekonomi masyarakat, promosi UMKM, dan pengembangan kreativitas santri.(Hn/Sib)













