EjaToday.com – Kandidat Ketua Umum PB HMI yang juga merupakan Ketua Umum Badko HMI Sulselbar, A. Ikram Rifqi, menjadi narasumber dalam diskusi dan bedah buku ‘Nikel Indonesia Kunci Perdagangan Internasional’. Senin, 27 November 2023.
Diskusi tersebut berlangsung di Kluwi Land, Jl Sutan Syahrir Abdurrahman No 09 Pontianak.
Turut hadir juga Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI, Muh. Jusrianto, Ketua Bidang Digitalisasi dan Inovasi PB HMI, Vidiel Tania Pratama, Ketua Jurusan Sosiologi Fisip Untad, Dr. Syarifah Ema Rahmaniah, dan penulis buku Nikel Indonesia Kunci Perdagangan Internasional, Elisa Sugito S.H, M.H sebagai narasumber.
Pada kesempatannya, A. Ikram Rifqi menyampaikan, bahwa dalam transisi energi terbarukan secara global nikel lah yang menjadi komoditas strategis dan paling diperhitungkan.
“Perlu kita ketahui bersama, nikel merupakan komoditas yang strategis dan diperhitungkan dalam transisi energi terbarukan secara global. Nilai strategis dalam meningkatkan perekonomian yang tentunya memberikan manfaat pada kesejahteraan masyarakat,” ucap Ikram Rifqi.
Menurut Ikram, cadangan nikel di Indonesia yang ada sampai saat ini haruslah dimanfaatkan dengan baik.
“Cadangan nikel dunia sekitar 139.419.000 ton. Data tersebut menempatkan Indonesia di urutan pertama dengan total penguasaan 72 juta ton atau sekitar 52% dari cadangan dunia (olahan data United State Geological Survey (USGS) dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral). Cadangan timah dan tembaga nomor dua di dunia (dalam mineral potensial index). Sebagai negara penghasil tambang terbesar, patut kiranya dimanfaatkan untuk kemajuan dan kemakmuran rakyat,” ungkapnya.
Di hadapan ratusan peserta diskusi, ia menegaskan pentingnya pemerintah mendorong ekonomi biru. Menurutnya, ekonomi biru mengacu pada sektor perikanan dan sumber daya kelautan dan pesisir serta proyek-proyek konservasi terumbu karang sebagai natural carbon capture dan menjaga keseimbangan ekosistem.
“Inilah yang harus kita dorong, karena ekosistem investasi dan kolaborasi inilah yang dapat memperkuat perkembangan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi, khususnya ke arah ekonomi hijau dan ekonomi biru yang berkelanjutan,” tegasnya.
Terakhir, Ketua Badko HMI Sulselbar itu mengajak anak muda dan seluruh kader HMI untuk berperan dan memberikan kontribusi nyata terhadap potensi nikel di Indonesia.
“Peran anak muda sangat dibutuhkan untuk mengawal dan memanfaatkan potensi nikel kita. Karena itu, saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk ayo kita bersama-sama melibatkan diri. Terutama dalam konteks HMI, ini sejalan dengan visi saya, yaitu transformasi HMI menuju political engagement, yaitu sinergi dan keterikatan yang kuat antara kekuatan sosial dengan pemerintah dari tingkat nasional sampai ke tingkat daerah,” tutup Ikram. (EjaToday.com/*)













