EjaToday.com — Pendidikan karakter dapat diperkenalkan melalui pengalaman langsung yang dekat dengan keseharian anak. Pendekatan itulah yang dihadirkan SDIT Al-Uswah Pamekasan melalui kegiatan MENBA (Mentor Sebaya) dengan konsep latihan mondok ala pesantren.
Program yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 itu ditutup pada Sabtu (24/10/2026) di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan.
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari, hadir sebagai pemateri untuk memberikan arahan mengenai pentingnya pendidikan karakter sejak dini.
Dalam penyampaiannya, pendidikan dipandang bukan hanya sebagai proses memperoleh pengetahuan, melainkan juga pembentukan kebiasaan dan sikap yang akan dibawa anak hingga dewasa.
Anak-anak perlu belajar menghadapi tanggung jawab sederhana, memahami aturan bersama, serta menghormati hak orang lain. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses mengenali diri dan membangun kemandirian.
Konsep latihan mondok dalam MENBA memberikan suasana belajar yang berbeda dari kegiatan kelas sehari-hari. Siswa berkesempatan menjalani aktivitas bersama, berinteraksi dengan teman, dan membiasakan kedisiplinan dalam lingkungan yang terarah.
Kegiatan ini mengangkat tema Membangun Karakter, Kepedulian, dan Prestasi Melalui Mentoring Sebaya. Melalui pendekatan tersebut, hubungan antarteman juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan kerja sama dan kepedulian sosial.
Momentum Hari Santri Nasional yang bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan kegiatan turut memberi konteks pada pengenalan tradisi pendidikan pesantren. Nilai kesederhanaan, akhlak, dan penghormatan kepada guru menjadi bagian penting yang relevan diperkenalkan kepada anak sejak usia sekolah dasar.
Tantangannya adalah menjaga agar pengalaman selama kegiatan tidak berhenti ketika program berakhir. Pembiasaan di rumah dan sekolah tetap diperlukan supaya nilai yang dipelajari dapat diterapkan secara konsisten.













