Ejatoday.com – Bagi MH Said Abdullah, kehadiran PDI Perjuangan di tengah masyarakat tidak semestinya dibatasi oleh latar belakang maupun pilihan seseorang.
Pesan itu disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut saat konsolidasi internal bersama jajaran PAC se-Kabupaten Situbondo, Jumat (18/9/2026).
Di hadapan kader, Said menegaskan bahwa ketika partai hadir untuk membantu masyarakat, yang dilihat bukan atribut atau warna yang dikenakan seseorang.
“Kami hadir untuk wong cilik, rakyat miskin. Kita memberikan bantuan, tanpa melihat warna baju,” tegas Said.
Kalimat “tanpa melihat warna baju” menjadi penekanan tersendiri dalam pesan Said. Baginya, keberadaan partai di tengah masyarakat tidak seharusnya berhenti pada mereka yang memiliki latar belakang atau identitas yang sama.
Kehadiran itu justru diarahkan kepada masyarakat secara lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 1.500 paket sembako serta santunan kepada anak yatim piatu dan keluarga duafa di sekitar lokasi kegiatan.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosial yang menyertai konsolidasi internal partai di Situbondo.
Namun, pesan Said tidak semata soal bantuan yang diberikan. Ia membawa gagasan bahwa hubungan dengan masyarakat perlu dibangun tanpa sekat.
Bagi partai, kata-kata “tanpa melihat warna baju” dapat dimaknai sebagai penegasan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak semestinya bergantung pada kesamaan atribut, pilihan, maupun identitas kelompok.
Sebab, masyarakat yang ditemui kader partai memiliki latar belakang yang beragam.
Karena itu, Said juga mengingatkan pentingnya melayani dan menghormati masyarakat. Menurutnya, kepercayaan rakyat tidak akan tumbuh apabila partai tidak hadir dalam persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dari Situbondo, Said membawa satu pesan sederhana: ketika partai hadir di tengah masyarakat, yang semestinya dilihat lebih dahulu adalah kebutuhan manusianya, bukan warna bajunya.













