EjaToday.com – sala satu kader Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) asal Banggai Kepulauan menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, menyoroti kinerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan. Aksi tersebut berjalan damai namun menyebabkan kemacetan panjang. Selasa, 5 Agustus 2025.
Dalam orasinya, Mulkis barri menyatakan bahwa aksi unjuk rasa ini adalah bentuk protes terhadap pemerintah karena banyaknya masalah yang tidak terselesaikan oleh karena itu kami sebagai pelajar dan putra daerah untuk tidak diam saja melihat maraknya problematika, yang ada di Banggai Kepulauan.
Ia menyampaikan empat tuntutan yaitu
1. Mendesak pemprov Sulteng untuk segara cabut puluhan izin usaha pertambangan (IUP). yang ada di kabupaten Banggai Kepulauan.
2. Mendesak pemda bangkep untuk segera bertanggung jawab dan mengambil langkah nyata atas adanya jalan rusak di Bangkep
3. mendesak dinas PMD dan inspektorat bangkep untuk segera mengevaluasi dan memeriksa semua pemdes terkhusus di kambani kecamatan buko selatan terkait mangkraknya pembagunan pasar.
4. tegakan supremasi hukum.
Ia menambahkan bawa aksi ini juga sebagai bentuk solidaritas kepada kawan-kawan aktivis Bangkep yang berada di beberapa wilayah yang menyikapi Masalah-masalah yang ada di Bangkep “kami mahasiswa kuliah di Makassar siap ikut terlibat.” tegasnya”
Demonstran juga membakar ban bekas dan menahan mobil untuk dijadikan panggung orasi serta membentangkan spanduk yang bertuliskan “Pemprov dan Pemda Gagal, Banggai Kepulauan Bubar”. (EjaToday.com/*)













