Daerah  

Hj Ansari Dorong Generasi Muda Rawat Toleransi di Tengah Keberagaman

Ejatoday.com – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI Madura, Hj. Ansari, mendorong generasi muda untuk terus merawat toleransi dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Menurutnya, perbedaan suku, agama, bahasa, budaya maupun karakter daerah merupakan bagian dari kenyataan bangsa Indonesia yang harus dihormati dan dirawat bersama.

Hal itu disampaikan Hj. Ansari saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan, Selasa (15/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Ansari menyampaikan materi mengenai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Materi Empat Pilar menempatkan keberagaman sebagai kekayaan nasional yang harus menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan.

“Pancasila mengajarkan kita nilai, UUD 1945 memberi kita arah, NKRI mengajarkan kita persatuan, dan Bhinneka Tunggal Ika menyatukan perbedaan,” kata Ansari.

Ia menjelaskan, Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna bahwa perbedaan merupakan kenyataan bangsa Indonesia. Persatuan, kata dia, bukan berarti menghapus perbedaan, melainkan bagaimana setiap warga dapat hidup berdampingan dengan saling menghormati.

“Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan. Kita berbeda-beda, tetapi tetap satu sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ansari menilai, semangat toleransi penting ditanamkan kepada generasi muda sejak dini. Sebab, generasi muda akan berhadapan langsung dengan berbagai perbedaan, termasuk melalui ruang digital.

Karena itu, generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk menyikapi perbedaan secara bijak, termasuk dalam menggunakan media sosial.

Materi Sosialisasi Empat Pilar juga menekankan sejumlah sikap yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghormati agama dan kepercayaan orang lain, menghargai budaya dan adat istiadat daerah, tidak melakukan diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras maupun golongan, menggunakan bahasa yang santun, membangun kerja sama tanpa membedakan latar belakang, serta menolak ujaran kebencian.

Selain toleransi, Ansari mengingatkan pentingnya pengamalan nilai Pancasila. Menurutnya, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar dan ideologi negara, tetapi harus tercermin dalam perilaku masyarakat.

Dalam materi tersebut, Pancasila juga ditekankan sebagai pandangan hidup bangsa dan sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Khusus kepada generasi muda, Ansari mendorong agar mereka aktif dalam kegiatan sosial, menjaga toleransi, menolak hoaks, provokasi dan ujaran kebencian, serta mengembangkan prestasi dan inovasi.

“Generasi muda harus menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan. Jangan sampai perbedaan membuat kita saling menjauh. Justru perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pamekasan, termasuk Azis Azhari. Kehadiran unsur Muhammadiyah menjadi bagian dari kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di lingkungan Muhammadiyah Pamekasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *