Ejatoday.com – ThreeFive Group menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan ekosistem kreatif anak muda Madura melalui kolaborasi dengan Semut Ireng 35 pada acara launching dekorasi baru yang digelar di Three Five Coffee, Sabtu (20/6/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dihadiri ratusan pengunjung dari berbagai kalangan. Acara diawali dengan penurunan tirai merah yang menandai diperkenalkannya dekorasi baru berupa kepala naga raksasa dengan mata LED berwarna merah.
Suasana lokasi langsung berubah ketika lampu panggung dan efek asap menyatu dengan sorot cahaya dari mata naga. Penonton yang memadati area kafe tampak antusias menyaksikan momen tersebut.
Perwakilan ThreeFive Group, Ipeng, mengatakan bahwa pihaknya sejak awal memang membuka ruang bagi komunitas kreatif untuk berkembang, termasuk kelompok seni tradisional seperti Semut Ireng 35.
Menurutnya, Three Five Coffee tidak hanya difungsikan sebagai tempat usaha, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi dan ekspresi.
“Kami ingin tempat ini tidak sekadar menjadi coffee shop. Kami membuka ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya, bereksperimen, dan menunjukkan potensinya,” ujar Ipeng dalam sambutannya.
Ia menambahkan, proses menuju launching dekorasi tersebut tidak dilakukan secara instan. Pihaknya bersama tim Semut Ireng 35 telah melalui sejumlah diskusi dan perencanaan agar konsep yang dihadirkan memiliki nilai artistik sekaligus identitas yang kuat.
Konsep naga merah, lanjutnya, dipilih bukan hanya sebagai elemen visual, tetapi juga sebagai simbol semangat baru yang ingin ditampilkan oleh Semut Ireng 35.
“Dari awal kami mengikuti prosesnya. Diskusinya panjang, mulai dari konsep sampai eksekusi. Hasilnya malam ini bisa dilihat bersama,” katanya.
Ipeng juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus membuka peluang kerja sama serupa dengan komunitas lain. Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bahwa sinergi antara pelaku usaha dan komunitas seni bisa berjalan seiring.
“Harapannya, ini bukan yang terakhir. Kami ingin terus mendukung kegiatan kreatif seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan seni lokal. Camat Pamekasan, Rahmat Suroso, yang turut hadir, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi tersebut.
Menurutnya, inovasi yang dilakukan Semut Ireng 35 menunjukkan bahwa seni tradisional masih memiliki ruang untuk berkembang di tengah perubahan zaman.
“Ini bentuk kreativitas yang patut diapresiasi. Seni tradisional tetap bisa tampil dengan pendekatan yang lebih modern,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak, sehingga potensi seni lokal bisa dikenal lebih luas.
Di sisi lain, Arranger Semut Ireng 35, Hannan Thahir, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan ThreeFive Group menjadi langkah penting dalam pengembangan kelompoknya.
Ia menilai dukungan tempat dan fasilitas menjadi faktor penting dalam menghadirkan pertunjukan yang lebih maksimal.
“Kami bersyukur mendapat ruang seperti ini. Ini membantu kami untuk menampilkan konsep yang lebih baik,” katanya.
Menurut Hannan, dekorasi baru tersebut merupakan hasil kerja tim selama beberapa bulan terakhir. Ia menekankan bahwa selain musik, aspek visual juga menjadi perhatian utama dalam pertunjukan mereka ke depan.
“Kami ingin penonton tidak hanya menikmati musik, tetapi juga keseluruhan pertunjukan,” ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari pembuka oleh sejumlah penari perempuan yang mengenakan kostum merah dan hijau. Penampilan tersebut dipadukan dengan tabuhan musik dari Semut Ireng 35.
Sepanjang acara, suasana berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari pengunjung. Banyak di antara mereka yang tetap bertahan hingga acara selesai.
Melalui kegiatan ini, ThreeFive Group berharap dapat terus berperan dalam mendukung perkembangan komunitas kreatif di Pamekasan, khususnya yang bergerak di bidang seni tradisional.













