Daerah  

Dinkes Sumenep Awasi Keberangkatan Haji 2026, 800 CJH Masuk Risiko Tinggi

EjaToday.com – Sebanyak lebih dari 800 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Sumenep, Madura, pada musim haji 2026 masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).

Dari total 1.343 CJH, sekitar 60 persen atau kurang lebih 805 calon jemaah tergolong dalam kelompok risti.

Data tersebut diungkap oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep.

Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat tingginya potensi gangguan kesehatan saat pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Syamsuri, menyebutkan bahwa sejumlah penyakit penyerta yang paling banyak ditemukan di antaranya hipertensi, diabetes, hingga gangguan jantung.

“Kelompok ini menjadi perhatian karena berpotensi mengalami gangguan kesehatan saat di Tanah Suci,” ujarnya dikutip Tribun pada Senin, 6 April 2026.

Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh CJH risti yang diberangkatkan telah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan secara ketat.

Para jemaah juga telah mengantongi Surat Istithaah Kesehatan Haji, sebagai bukti kelayakan fisik dan mental untuk menjalankan ibadah.

Dalam dokumen tersebut, turut disertakan sejumlah rekomendasi pendampingan, mulai dari kewajiban konsumsi obat secara rutin hingga kebutuhan pendamping, baik dari keluarga maupun petugas kesehatan.

“Memang ada SOP-nya, khususnya bagi CJH yang masuk kategori risti,” tambahnya.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh jemaah haji asal Sumenep tetap dalam kondisi sehat dan dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat.

Dinkes P2KB Sumenep juga memastikan bahwa petugas kesehatan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah, baik sebelum keberangkatan maupun selama pelaksanaan ibadah haji berlangsung.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *