Daerah  

Bangun Generasi Inklusif, Mahasiswa UPN Veteran Jatim Gelar Sosialisasi Toleransi untuk Remaja

Ejatoday.com  – Perwakilan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan edukasi kemasyarakatan bertema Modernisasi Beragama: Toleransi dengan tajuk Belajar Toleransi Sejak Usia Dini di kawasan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.

Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kerukunan dan penghormatan terhadap keberagaman kepada generasi muda sejak usia remaja.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Wonoayu No. 17 C tersebut menyasar remaja berusia 12 hingga 15 tahun.

Kelompok usia ini dipilih karena dinilai berada pada fase penting dalam pembentukan karakter, pola pikir sosial, serta pemahaman terhadap lingkungan yang beragam.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa memilih pendekatan yang berbeda dari metode penyuluhan konvensional.

Edukasi dilakukan melalui metode storytelling yang dipadukan dengan berbagai permainan interaktif untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami peserta.

Melalui sesi bercerita, para remaja diajak memahami pentingnya menjaga keharmonisan di tengah perbedaan budaya dan keyakinan.

Sementara itu, dalam permainan kelompok, peserta dilatih untuk bekerja sama dan menyelesaikan berbagai tantangan tanpa memandang latar belakang masing-masing.

Materi yang diberikan menitikberatkan pada penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta diajak untuk mengembangkan sikap toleran, terbuka, saling menghormati, serta menolak segala bentuk perundungan dan diskriminasi di lingkungan pergaulan.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut mendapat pendampingan langsung dari dosen pengampu, Dr. Taufikurrahman.

Menurutnya, program ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan sosial yang berkembang di masyarakat.

“Project Moderasi Beragama ini bertujuan menumbuhkan sikap toleransi, saling menghormati, dan menghargai perbedaan di kalangan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar menerapkan nilai-nilai moderasi beragama secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang terbuka, mampu bekerja sama dalam keberagaman, serta berkontribusi menjaga persatuan dan kerukunan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembentukan karakter yang inklusif perlu terus diperkuat sejak dini sebagai langkah preventif terhadap masuknya paham-paham yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat.

Keberhasilan kegiatan edukasi di Medokan Ayu ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk menerapkan pendekatan serupa di wilayah lain.

Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dinilai penting dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter, memiliki kecerdasan sosial, serta mampu menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa Indonesia.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *