Ejatoday.com – Guna membentengi generasi muda dari paham radikal serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman bangsa, sekelompok mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur mengambil langkah nyata.
Melalui implementasi penugasan Mata Kuliah Umum Agama Islam, Kelompok 6 sukses meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Nilai Moderasi Beragama Sejak Dini Melalui Kegiatan Edukatif” di TPQ Al-Mubarok, Gunung Anyar, Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini menyasar para santri usia dini di lembaga tersebut.
Pemilihan target anak-anak didasarkan pada pentingnya masa keemasan dalam pembentukan karakter sosial.
Melalui metode edukasi yang menyenangkan, para mahasiswa melengkapi kurikulum TPQ yang awalnya dominan berfokus pada kelancaran membaca Al-Qur’an, kini diperkaya dengan muatan moral yang inklusif.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Para peserta diajak memahami bahwa perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat yang harus disikapi dengan saling menghormati, menghargai, dan menjaga kerukunan.
Melalui diskusi interaktif, peserta memperoleh pemahaman.
mengenai cara membangun hubungan yang baik dengan sesama tanpa memandang latar belakang maupun perbedaan yang ada.
Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai etika digital yang meliputi penggunaan media sosial secara bertanggung jawab, pentingnya memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, serta menjaga kesopanan dalam berkomunikasi di ruang digital.
Materi ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga peserta dapat memahami dampak positif maupun negatif dari penggunaan teknologi digital.
Untuk meningkatkan partisipasi peserta, kegiatan juga dikemas melalui sesi tanya jawab, permainan edukatif, dan diskusi kelompok.
Metode ini membuat suasana pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan, sekaligus membantu peserta memahami materi dengan lebih baik.
Dr. Taufikurrahman, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Agama Islam menjelaskan urgensi dari pelaksanaan program akademis berbasis pengabdian masyarakat ini.
“Project Moderasi Beragama ini bertujuan menumbuhkan sikap toleransi, saling menghormati, dan menghargai perbedaan di kalangan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar menerapkan nilai-nilai moderasi beragama secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa mengkolaborasikan landasan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 143 mengenai konsep Ummatan Wasathan (umat pertengahan) dengan teori psikologi perkembangan anak.
Konsep moderasi yang abstrak diterjemahkan menjadi aktivitas konkret yang seru, seperti mewarnai poster kebaikan bersama, diskusi ringan, hingga pembuatan konten video pesan damai.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar berinteraksi dengan masyarakat serta menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan nyata.
Projek Moderasi Beragama ini bertujuan menumbuhkan sikap toleransi, saling menghormati, dan menghargai perbedaan di kalangan mahasiswa.
Melalui keberhasilan proyek kolaboratif ini, Dr. Taufikurrahman, S.Pd., M.Pd. juga menyampaikan asa mendalam bagi masa depan para anak didik serta mahasiswa pelaksana.
“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang terbuka, mampu bekerja sama dalam keberagaman, serta berkontribusi menjaga persatuan dan kerukunan bangsa,” lanjutnya.
Sinergi apik antara dunia akademik perguruan tinggi dan institusi keagamaan lokal seperti TPQ Al-Mubarok ini diharapkan dapat menjadi model percontohan berkelanjutan bagi wilayah lain dalam mencetak generasi penerus yang santun, inklusif, dan senantiasa menjaga keutuhan NKRI.













