Daerah  

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Tanamkan Moderasi Beragama di Panti Asuhan Ulul Azmi Surabaya

Ejatoday.com – Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mengadakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Sahabat Tanpa Batas” di Panti Asuhan Ulul Azmi, Jl. Raya Wiguna Timur 84, Gununganyar, Surabaya pada Jumat, 29 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung pukul 13.00–14.30 WIB dengan tujuan menanamkan nilai toleransi dan sikap inklusif sejak usia sekolah dasar.

Acara dimulai dengan penyuluhan dan edukasi mengenai pentingnya sikap saling menghargai, empati, serta persahabatan sejati.

Narasumber menekankan bahwa perbedaan agama maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk mempererat solidaritas sosial.

Mahasiswa kemudian mengajak anak-anak mengikuti permainan kebersamaan seperti Game Teman Baru dan Estafet Persahabatan. Aktivitas ini mendorong peserta untuk berkenalan dengan teman yang belum akrab, saling memahami, dan bekerja sama tanpa membeda-bedakan.

Sesi refleksi, anak-anak berbagi pengalaman setelah bermain bersama. Banyak yang merasa gembira karena dapat mengenal teman baru dan menyadari bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing.

Kegiatan ini mengajarkan mereka untuk saling memberi, saling menghargai sesama, mereka belajar bahwa sikap menghargai perbedaan mampu menciptakan suasana yang harmonis.

Pendapat dari Bapak Dr. Taufikurrahman, S.Pd., M.Pd. Selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Agama Islam kami memberi pendapat bahwa, “Project Moderasi Beragama ini bertujuan menumbuhkan sikap toleransi, saling menghormati, dan menghargai perbedaan di kalangan mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar menerapkan nilai-nilai moderasi beragama secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang terbuka, mampu bekerja sama dalam keberagaman, serta berkontribusi menjaga persatuan dan kerukunan bangsa.”

Ketua pelaksana, Andhara Diva M, menyampaikan harapan agar kegiatan ini membentuk karakter anak-anak sebagai agen perdamaian.

“Kami ingin menanamkan nilai toleransi sejak dini agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang terbuka dan mampu menjaga kerukunan di masyarakat,” ujarnya.

Berkat dukungan yayasan dan guru, program Sahabat Tanpa Batas diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat persatuan dan kebersamaan sesuai nilai-nilai Pancasila.

Anak-anak yang terbiasa menghargai perbedaan diyakini akan tumbuh menjadi generasi penerus yang mampu menciptakan kehidupan damai di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *