Ejatoday.com – Mahasiswa Program Pendidikan Agama Islam UPN Veteran Jawa Timur menginisiasi kegiatan sosial berupa pembersihan dan pemeliharaan lingkungan masjid sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan konkret
yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Kegiatan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan tempat ibadah yang bersih, nyaman, dan
kondusif bagi masyarakat.
Selain menjaga kebersihan fisik masjid, program tersebut juga bertujuan mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat melalui semangat gotong royong serta kepedulian sosial.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Pada tahap pelaksanaan, mahasiswa melakukan berbagai kegiatan seperti menyapu, mengepel, membersihkan tempat wudu, serta merapikan halaman dan lingkungan sekitar masjid.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama masyarakat dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran akan
pentingnya menjaga fasilitas umum, khususnya tempat ibadah.
Dalam rangka memperkuat pemahaman mengenai moderasi beragama di era modern, mahasiswa juga melakukan wawancara dengan Ustaz Yudi, Imam Rawatib Masjid Hidayah Pakis Kertosari.
Menurut Ustaz Yudi, perkembangan teknologi dapat membantu masyarakat memahami ajaran agama secara lebih rasional tanpa mengurangi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Namun, masyarakat tetap perlu bersikap kritis dalam menyaring informasi keagamaan yang beredar di
media sosial.
“Media sosial bisa memberi dampak positif karena jangkauan dakwahnya lebih luas. Namun, masyarakat harus mampu memfilter informasi yang diterima agar tidak terpengaruh ajaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ustaz Yudi, Imam Rawatib Masjid Hidayah Pakis Kertosari.
Ia juga menegaskan bahwa agama mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan lingkungan.
Menurutnya, manusia memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian alam agar hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungan tetap terpelihara.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa “Project Moderasi Beragama ini bertujuan menumbuhkan
sikap toleransi, saling menghormati, dan menghargai perbedaan di kalangan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar menerapkan nilai-nilai moderasi beragama secara nyata dalam
kehidupan bermasyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang terbuka, mampu bekerja sama dalam keberagaman, serta berkontribusi menjaga persatuan dan kerukunan bangsa.”
Dr. Taufikurrahman, S.Pd., M.Pd, Dosen Pengampu Mata Kuliah Agama Islam mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi mahasiswa maupun masyarakat dalam
menerapkan nilai-nilai moderasi beragama melalui aksi sosial yang sederhana namun berdampak
positif.
Selain menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan masjid, program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat serta
menumbuhkan kesadaran bersama untuk merawat fasilitas umum secara berkelanjutan.(Hn/Sin)













