Ejatoday.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mengingatkan calon jamaah haji (CJH) asal Pamekasan agar tidak hanya fokus pada seremoni keberangkatan, tetapi juga pada disiplin fisik dan perubahan sikap sepulang dari Tanah Suci.
Dalam bimbingan manasik yang digelar di UIN Madura, Minggu (15/02), Ansari menekankan bahwa tantangan terbesar jamaah tahun ini adalah faktor usia. Mayoritas CJH merupakan lansia, sehingga kesiapan fisik menjadi hal mendasar.
“Jangan anggap enteng. Walaupun fasilitas hotel bagus, jarak menuju lokasi ibadah itu tidak dekat. Mulai sekarang biasakan jalan kaki setiap hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah mengusung konsep Haji Ramah Lansia pada musim haji 2026. Skema pelayanan diperkuat dengan penambahan petugas, termasuk keterlibatan petugas perempuan yang mencapai 33 persen untuk mendukung kebutuhan jamaah lanjut usia.
“Petugas kita perbanyak supaya pelayanan lebih maksimal, terutama bagi jamaah lansia dan risiko tinggi,” katanya.
Tak hanya soal fisik, Ansari juga menyoroti kedisiplinan jamaah dalam mematuhi aturan. Ia mengingatkan agar CJH tidak membawa barang terlarang, seperti alat masak elektrik, karena konsumsi telah disiapkan.
“Tidak usah bawa rice cooker atau peralatan masak lainnya. Di bandara pasti diminta keluarkan. Pemerintah sudah siapkan makan dengan cita rasa Indonesia,” tegasnya.
Menurutnya, kualitas haji tidak diukur dari gelar yang disandang, melainkan perubahan akhlak setelah kembali ke Tanah Air. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW tentang haji mabrur yang balasannya adalah surga.
“Haji mabrur itu terlihat dari perilaku setelah pulang. Lebih ringan tangan untuk bersedekah, lebih santun dalam berbicara, dan lebih peduli pada sesama,” ucapnya.
Ansari yang juga tercatat sebagai jamaah haji reguler tahun ini mengajak seluruh CJH menjaga kesehatan, patuh pada ketua rombongan, serta terbuka menyampaikan kendala selama pelaksanaan ibadah.
“Kita berangkat bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban, tapi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Luruskan niat, jaga kesehatan, dan saling menguatkan,” pungkasnya.













