Ejatoday.com, PAMEKASAN — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar H. Taufadi bersama Hj. Ansari di Jalan Lawangan Daya, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Sabtu (5/9/2026) malam, menjadi momentum untuk mengenang jasa kedua orang tua.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan Haul almarhum Naruji Sa’i dan almarhum KR. H. Abd. Ghani Syakur. Lebih dari 1.000 jemaah hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di kediaman keluarga H. Taufadi dan Hj. Ansari.
Sejumlah ulama, tokoh masyarakat, pejabat, ASN, kader PDI Perjuangan serta masyarakat umum turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Bagi H. Taufadi, pelaksanaan haul memiliki makna tersendiri. Haul menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih kepada orang tua yang telah berjasa mendidik, membimbing dan membentuk kehidupan keluarga.
“Haul ini dalam rangka tanda terima kasih kepada kedua orang tua yang telah berjasa mendidik kami. Yang dihauli adalah orang tua dari saya dan orang tua dari istri saya,” ujar Taufadi.
Ia menyampaikan, mengenang orang tua tidak hanya dilakukan dengan mengingat jasa mereka, tetapi juga melalui doa dan kegiatan keagamaan yang diharapkan menjadi amal kebaikan bagi para almarhum.
Taufadi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan serta para tamu undangan yang berkenan hadir.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan seluruh tamu undangan yang telah hadir. Kami juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan masih ada kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan,” katanya.
Sementara itu, Kiai Ghazi Mujtaba’ dalam tausiyahnya mengingatkan jemaah bahwa Maulid Nabi bukan sekadar perayaan tahunan. Peringatan tersebut, menurutnya, merupakan momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Maulid bukan sekadar perayaan. Ini merupakan tanda cinta kepada Rasulullah,” tutur Kiai Ghazi.
Ia menjelaskan bahwa salah satu tanda kecintaan kepada Rasulullah adalah banyak mengingat beliau, termasuk dengan memperbanyak membaca selawat.
Kiai Ghazi juga mengajak jemaah meningkatkan ibadah dan ilmu agama. Dalam tausiyahnya, ia turut mengingatkan pentingnya kesabaran dan rasa syukur dalam menjalani kehidupan.
Ia menjelaskan tentang syakir dan syakur. Syakir menggambarkan rasa syukur ketika seseorang masih memperoleh nikmat, sedangkan syakur merupakan sikap tetap bersyukur ketika nikmat yang pernah dimiliki telah hilang.
Menurut Kiai Ghazi, menjadi umat Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu nikmat terbesar yang patut disyukuri.
“Di antara nikmat terbesar adalah nikmat menjadi umat Nabi Muhammad. Kita adalah umat kebanggaan beliau. Semoga kita bisa bertemu dengan Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dengan pembacaan Al-Qur’an, selawat, tausiyah, tahlil dan doa bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa untuk para almarhum serta seluruh jemaah yang hadir.













