Daerah  

Hj Ansari Tinjau Gedung Baru UIN Madura, Tekankan Kepatuhan Standar Pembangunan

YAKUSA.ID Pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan terus menjadi perhatian Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura Raya), Hj Ansari, saat melakukan kunjungan kerja ke UIN Madura, Sabtu (2/5/2026).

Dalam agenda tersebut, Hj Ansari meninjau gedung baru kampus yang dibangun melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Ia melihat langsung kondisi fisik bangunan serta pemanfaatannya dalam mendukung kegiatan akademik.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan tidak cukup hanya selesai secara administrasi, tetapi harus dipastikan memenuhi standar teknis dan keamanan yang berlaku.

“Setiap pembangunan yang menggunakan anggaran negara harus benar-benar sesuai standar. Bukan hanya selesai dibangun, tetapi juga aman dan layak digunakan,” ujar Hj Ansari di sela peninjauan.

Ia menegaskan, kualitas infrastruktur kampus memiliki dampak langsung terhadap mutu layanan pendidikan. Karena itu, aspek kenyamanan dan keselamatan pengguna gedung menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong adanya perhatian berkelanjutan terhadap pemeliharaan fasilitas kampus agar dapat digunakan secara optimal dalam jangka panjang.

Sementara itu, Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, menjelaskan bahwa gedung SBSN tahun anggaran 2024 tersebut dibangun dengan nilai lebih dari Rp33 miliar dan difokuskan untuk mendukung layanan akademik serta kegiatan riset.

Ia menyebutkan bahwa gedung tersebut kini telah berfungsi dalam berbagai kegiatan kampus, termasuk layanan administrasi dan fasilitas penunjang lainnya.

“Gedung ini sudah digunakan untuk mendukung aktivitas akademik secara keseluruhan, dan menjadi bagian penting dari pengembangan kampus,” jelasnya.

Rektor juga menambahkan bahwa hasil pembangunan telah melalui proses audit oleh BPK dan dinyatakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain meninjau gedung baru, Hj Ansari juga melihat beberapa fasilitas lama di lingkungan kampus. Ia menilai, penguatan infrastruktur pendidikan perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada bangunan baru tetapi juga pada fasilitas yang sudah lama digunakan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan legislatif untuk memastikan setiap pembangunan yang dibiayai negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, khususnya di wilayah Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *