Daerah  

Pemilwa HMP PAI Universitas Annuqayah Berlangsung Kondusif, Diikuti 54 Mahasiswa

Ejatoday.com  – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas Annuqayah menyelenggarakan Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) untuk menentukan ketua periode 2026-2027. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (15/10/2026), pukul 08.00–11.00 WIB, di Ruang Musyawarah Mahasiswa PAI Universitas Annuqayah.

Pemilwa diikuti oleh 54 mahasiswa PAI dan menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi. Pelaksanaan pemilihan secara langsung ini berlangsung kondusif, mulai dari pemungutan hingga penghitungan suara.

Kontestasi tersebut diikuti oleh dua calon, yakni M. Sufyanto sebagai calon nomor urut 01 dan Misbahul Khair sebagai calon nomor urut 02. Berdasarkan hasil penghitungan suara yang disampaikan panitia, calon nomor urut 01 memperoleh 23 suara, sedangkan calon nomor urut 02 memperoleh 31 suara.

Dengan demikian, Misbahul Khair memperoleh 57,41 persen suara, sementara M. Sufyanto mendapatkan 42,59 persen. Hasil tersebut menjadi bagian dari keputusan pemilihan yang menandai berlanjutnya proses regenerasi kepemimpinan HMP PAI.

Momentum Regenerasi dan Pembelajaran Demokrasi Mahasiswa

Ketua HMP PAI periode 2025-2026, Moh. Royhan Iqbal, menyampaikan harapannya agar Pemilwa menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas program kerja pada periode berikutnya.

Menurut Royhan, regenerasi kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi struktural, melainkan kesempatan untuk menjaga keberlanjutan organisasi dan memperluas kontribusinya terhadap mahasiswa.

“Semoga dengan adanya Pemilwa ini yang dihadiri sekitar 54 mahasiswa PAI menjadikan HMP PAI lebih progresif ke depannya. Di tangan nakhoda baru, semoga program kerja selama mengabdi semakin baik dan berkemajuan,” ujar Royhan.

Ia berharap kepengurusan selanjutnya dapat melanjutkan berbagai upaya yang telah dilakukan sebelumnya sekaligus menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa Pendidikan Agama Islam.

Pergantian kepemimpinan diharapkan menjadi ruang evaluasi bersama agar organisasi dapat berkembang secara berkelanjutan, baik dalam pelaksanaan kegiatan maupun penguatan partisipasi mahasiswa.

Panitia Apresiasi Partisipasi Mahasiswa

Ketua pelaksana Pemilwa, Achmad Zein, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa serta kerja sama seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia menilai suasana kondusif selama pemilihan menjadi salah satu aspek penting dalam menyukseskan agenda regenerasi organisasi.

“Alhamdulillah, kita sudah melaksanakan Pemilwa secara offline yang berlangsung kondusif. Pada akhirnya, calon nomor urut 02 memperoleh suara terbanyak. Maka dari itu, saya berharap setiap pihak hendaknya legawa dan tetap menjaga marwah organisasi,” kata Zein.

Ia juga mengingatkan bahwa proses pemilihan merupakan bagian dari pembelajaran demokrasi di lingkungan kampus. Karena itu, perbedaan pilihan perlu disikapi secara dewasa tanpa mengesampingkan hubungan baik antarmahasiswa.

Menurutnya, berakhirnya kontestasi seharusnya menjadi awal untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi. Seluruh elemen organisasi diharapkan dapat kembali berpartisipasi dalam agenda HMP PAI dengan mengedepankan kepentingan bersama.

Ketua Terpilih Harapkan Program Kerja Lebih Kontributif

Misbahul Khair, mahasiswa PAI semester 3 kelas B, menyampaikan terima kasih kepada panitia, mahasiswa, serta tim pemenangan kedua calon yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan Pemilwa.

Ia berharap kepengurusan HMP PAI periode 2026-2027 mampu meningkatkan kualitas program kerja dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi program studi.

“Saya berterima kasih kepada segenap pihak, mulai dari panitia, mahasiswa, hingga tim pemenangan dari kedua calon. Saya mengharapkan semoga pada periode kami ke depan, program kerja HMP PAI bisa menjadi lebih baik dan lebih berkontribusi untuk Program Studi Pendidikan Agama Islam,” ujar Misbahul.

Harapan tersebut menjadi salah satu pekerjaan penting bagi kepengurusan baru, terutama dalam merancang program yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.

Ke depan, perencanaan yang matang, komunikasi antarpengurus, dan keterlibatan mahasiswa menjadi aspek penting untuk menjaga keberlangsungan program kerja organisasi.

Menjaga Keberlanjutan Organisasi

Pelaksanaan Pemilwa HMP PAI Universitas Annuqayah periode 2026-2027 menunjukkan pentingnya regenerasi dalam menjaga keberlangsungan organisasi mahasiswa. Proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan penentuan pemimpin, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai partisipasi, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap perbedaan.

Setelah pemilihan selesai, tantangan berikutnya adalah memastikan hasil regenerasi dapat diikuti dengan penyusunan kepengurusan dan pelaksanaan program kerja yang terarah.

Kolaborasi antara pengurus, mahasiswa, dan berbagai pihak di lingkungan program studi diharapkan dapat menjadi fondasi untuk membangun HMP PAI yang lebih aktif, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Dengan berakhirnya Pemilwa, perhatian organisasi kini beralih pada keberlanjutan program dan penguatan peran HMP PAI sebagai wadah pengembangan kapasitas, aspirasi, serta kontribusi mahasiswa Pendidikan Agama Islam.

Regenerasi bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan proses bersama untuk menjaga organisasi tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *